PERFECT MONEY


Jumat, 10 Februari 2012

CERITA DALAM SEL


CERITA DALAM SEL
Saya mempunyai teman yang pernah mendekam dalam sel selama 4 tahun. Dia teman kerja yang dulu sering memojokan saya, tapi saya selalu melawannya dengan diam saja, dan ahirnya dia baik juga hingga dia cerita-cerita masalah masa lalunya everything!
Dia juga bercerita tentang dirinya yang dulu pernah mendekam dalam penjara selama 4 tahun disebabkan masalah narkotika. Tapi sekarang Alhamdulillah, dia insyap dan ingin menjadi manusia benar. Tapi ada masalah yang saya temui dan saya dengar dari teman sekitar bahwa dia seorang yahudi, dia dalam KTP agama islam. Tapi gak pernah melakukan solat. Sering-sering dia selalu mengeluarkan celetukan”gua gak mau solat, kerja juga udah termasuk ibadah juga klo iklas pahalanya akan besar karena dilakukan untuk anak istrinya,”. Dll.
Dia bercerita bahwa kehidupan di dalam sel itu sama persis yang digambarkan di layar kaca. Tapi yang dia alami pada saat ada dia mau masuk kedalam sel yang perlu diingat kita harus mengucapkan salam agar apa-apa yang tidak diinginkan tidak terjadi. Tidak peduli didalam sel itu penghuninya muslim or nonmuslim, ada satu kejadian seorang masuk kedalam sel dia tidak mmengucapkan salam. Singkatnya seorang itu di anggap tidak sopan dan disiksa oleh penghuni lainnya sampe bonyok-bonyok kali orang yang masuk tersebut. Perlunya salam diiucapkan karena kita anggap saja kita masuk ke rumah orang lain dan kita harus sopan dan nurut agar kita tidak mendapati hal tersebut.
Kisah masalah jika kita tidur didalam sel, katanya benar-benar tersiksa karena tanpa sarung dan sumpek banget, yang lebih parah lagi jika kita  sudah kebagian diri kita akan diri  sepanjang malam saking sempit dan sumpeknya hidup didalam sel.
Adalagi yang dia ceritakan jika kita mendapat kunjungan kita aka di tunggu oleh rekan penghuni lain. Untuk di tunggu kirimannya entah baju baru yang dipakai langsung di rebut oleh si bos dalam sel tersebut yang paling mereka tunggu adalah kiriman uang jika kita mendapat kunjungan dan kita mendapat kiriman uang kita akan di pintai olah penghuni lain secara paksa, dan mereka gak akan percaya jika kita bilang tidak ada uang sekali pun, di geledah kita sampe benar-benar  memang gak ada. Tapi teman saya dulu jika dikiirim uang dia melipatnya kecil dan sangat kecil terus di masukannya ke dalam anus. Sentak saya terkejut kedalam anus apa bisa dan gak bahaya dia menjawab ya dari pada kita gak ada duit. Terus ngambilnya gimana? Dia mejawab kita ke WC dulu dan diitadahnaya itu fases waduh jorok. Katanya memang harus gitu biar uang dia tidak di falak, klo  dipikir-pikir pasti bahaya lah ada benda asing masuk tanpa pensterilan. Walaupun sudah ditilep-tilep.
Kalau saya mau usul kenapa gak di kasih saja uang yang kita dapat ke kantin rutan dan setiap makan kita ambil. Karena dia bilang punya duit hanya untuk beli  lauk kalau makan di kantin rutan, karena mmakan di rutan paling nasi ngambil sepuasnya tapi lauknya paling sayur di kasih garam doing.
Menakutkan juga sih hidup di dalam sel dan saya gak akan mau hidup di sana. Masih banyak penghuni rutan yang memang harus seperti itu karena itulah hukuman tapi jika saya mendengar masih banyak pula yang hidup di rutan bergelimang kemewahan. Hal tersebut saya pikir tidak adil karena yang seharusnya setiap manusia di mata hokum adalah sama. Tapi jika dinilai menurut uang semuanya bisa berbeda 1800. Uang benar-benar membuat hikum menjadi buta dan pincang, hukum bisa dibeli dengan……….* . mungkin masih jauh jika kita berharap hukum yang bermakna sebenarnya bisa terwujud mungkin akan sangat panjang mudah-mudahan para pejuangnya tidak pernah menyerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar